Kamis, 27 Maret 2014

Sekejap Belajar Bahasa Gayo



gayo.hol.es

Seingat saya waktu itu lagi malas-malasnya belajar dalam ruang perkuliahan. Muncul ide untuk belajar bahasa gayo karena keseringan beberapa teman-teman saya dari orang Gayo berbahasa daerahnya. Nah, pada tanggal 15 Maret 2012 di saat yang lain sibuk dengan berdiskusi tentang ilmu filsafat pendidikan, lantas saya mengalihkan pikiran sejenak untuk belajar bahasa gayo.

Pertama saya belajar dari seorang teman dan ke teman berikutnya di tiap pertemuan perkuliahan. Kadangkala sambilan menunggu dosen memasuki ruangan, saya selipak belajar bahasa Gayo. Teryata mengucapkan kata ‘Gayo’ bukanlah diakhiri dengan ‘O’ total bulat bulat dengan bunyi ‘O’nya, tetapi ada diakhirinya dengan huruf vocal U setelah O. Jadi waktu kit abaca ‘Gayou’, pun dalam tulisannya tidak ada huruf U, tetap ada bunyi U-nya. Ini menurut analisa saya dari beberapa penjelasan teman tentang pengucapan kata GAYO. Barangkali rakyat Aceh yang berada di pesisir yang otomatis adalah orang Aceh akan menucapkan kata Gayo dengan O bulat. Berbeda dengan orang Aceh kawasan tengah yang didominasi orang Gayo akan mengucapkan kata Gayo dengan diakhiri sentilan bunyi U tipis samar-samar diakhirnya. Ya ini baru analisa.

Bahasa Gayo dominan digunakan oleh suku-suku Gayo. Baik yang mendominasi daerah Aceh kawasan tengah, seperti Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan beberapa penduduk di kawasan Aceh Timur yang berbatasa dengan kabupaten Aceh Tenggara. Bahasa ini adalah bahasa turun temurun, baik dari masa kejayaan kerajaan Lingga/Linge, bahkan sampai saat ini.


Bagi yang sudah kebelet tidak sabaran belajar kosa kata dan pengucapan kalimat-kalimat dalam bahasa Gayo yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yuk simak bahasan berikut ini:

-          Sahan geral mu? (nama kamu siapa?)
-          Geraku Muarif ? (namaku Muarif)
-          Isi ko tareng? (tinggalnya dimana?)
-          I Ule Kareng   (di Ulee Kareng)

Itu adalah beberapa bahasa sehari-sehari yang digunakan orang Gayo untuk memulai perkenalan.

Kosa kata-kosa kata dalam bahasa Gayo
-          Tengan ngune?  (lagi ngapain?)
-          Isi ko? (dimana kamu?)
-          Arisiko? (darimana kamu?)
-          Arisi? (darimana?)
-          Kune? (bagaimana?)
-          Isi/Ihi? (dimana)
-          Siko? (dimana kamu?)
-          Hana? (apa?)
-          Urum sahan? (sama siapa?)
-          Ukune ko? (kenapa kamu?)
-          Seber di (sabar saja)
-          Kune keber? (bagaimana kabarnya)
-        Nge mangan? (sudah makan?) atau untuk pernyataan sudah melakukan sesuatu tanpa memakai tanda Tanya (?)
-          Male kusi? (mau kemana?)
-          Mangan (makan)
-          Gere (tidak)
-          Enggeh (tidak)
-          Mera (mau)
-          Tekek (sedikit)
-          Nome (tidur)
-          Dele (banyak)
-          Cogah kuwe (bohong)
-          Berijin (terima kasih)
-          Male nome (mau tidur)
-          Dediang (jalan-jalan)
-          Enti benges (jangan marah)
-          Gere mera (tidak mau/gak mau)
-          Keroh (rebut)
-          Belangi diko (cantik sekali kamu)
-          Selo ara/Si ara (mana ada)
-          Mukale (rindu)
-          Hek di (capai sangat/capek kali)
-          Ke gere ya (kan tidak mau/kan gak mau)
-          Dongong (bodoh)
-          Murense (sedih)
-          Galak di ate ku ken ko (suka sekali hatiku melihat kamu)
-          Anak BK belangi bewene (anak BK (red.bimbinga dan konseling) cantik semua)

Tidak banyak memang bahasa yang saya dapatkan dari teman-teman gayo. Barangakali memperlajari bahasa daerah lain juga sebagai rasa cinta kita terhadap kemajemukan budaya di nanggroe kita. Boleh jadi suatu saat kita akan terdampar dimana tempat tersebut belum kita jamah sebelumnya. Mencintai Aceh tida cukup hanya mencintai daerah asal, tetapi ikut juga menjaga keseragaman budaya dari daerah lain. Kita satu rakyat Aceh untuk satu kesatuan tanoh indatu. Keberagaman inilah yang akan menguatkan kesatuan iman dan kesejahteraan. Harapan!

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Kalau selamat ulang tahun bahasa gayonya apa ?

Muarrief Rahmat mengatakan...

Wah kalu itu, saya harus belajar lagi hehehe

Kata Saya

"Jabatan hanya persoalan struktural. Persahabatan selamanya."