Rabu, 27 Februari 2019

Travelblog.id, Rumah Bagi Traveller, Blogger dan Vlogger

Rabu, Februari 27, 2019
Saat pertama membuka laman travelblog.id, saya langsung terkesima. Betapa tidak, laman website kece ini menawarkan sekumpulan informasi wisata, sekaligus menerima kontribusi dari pembacanya yang diberi ruang khusus. Adalah user.travelblog.id laman khusus yang tersedia bagi siapa saja yang ingin berbagi informasi seputar pengalaman berwisata. Nampaknya, tim travelblog.id yakin betul bahwa ada banyak ruang kosong yang sejatinya diisi oleh traveller. Selain untuk melatih menulis, nyatanya blogger bisa sekalian mempromosikan daerah kunjunganya. lalu, apa saja fitur yang tersedia di laman user.travelblog.id? Mari simak keunggulannya.

Hampir sama dengan laman muka tampilan bagi pengguna blog seperti biasanya. Tapi, yang menarik di sini, laman usernya setelah pemuatan judul, user bisa memanfaatkan ruang ringkasan agar menarik pembaca. Ini semacam sinopsis saat membaca novel. sementara pada deskripsi tulisan, bagi anda yang menyukai menempatkan quote tertentu, anda tinggal memilih menu format lalu blocks lalu blockquote. Ini menjadi senjata pamungkas, sebab quote biasanya akan sangat menarik bagi pembaca. Ini seperti energi tersendiri dari sekian banyak tulisan lainnya.


Laman awal bagi user
Bila artikel telah selesai lalu anda tidak ingin mempublikasikannya dulu, menu artikel draft bisa jadi pilihan. Selain menu artikel pending sangat membantu user ketika ingin menunda publikasi tulisannya. Untuk artikel yang sudah diterbitkan, anda cukup memilih menu artikel dierbitkan. Secara langsung, anda akan mengetahui jumlah artikel anda yang telah diterbitkan.
User dapat memposting tulisannya di laman ini
Tidak hanya untuk blogger, travelblog.id memberi ruang bagi vlogger. Terkadang, berwisata itu rasanya masih kurang bila belum adanya video. Selain dimanjakan dengan mudahnya menerbitkan tulisan, travelblog.id memberi ruang video bagi pengguna. Nah, user dimanjakan lagi dengan submenu seperti video yang sudah bisa terkoneksi langsung dengan akun youtube pribadi anda atau video dari akun youtube ainnya. Anda hanya tinggal menambahkan URL-nya saja. Hampir sama dengan publikasi tulisan, saat membuat video, kita juga diberi ruang ringkasan video, deskripsi video, ditambah dapat memilih kategori video. Bila ingin membuat taggar khusus, Anda juga diberi ruang oleh travelblog.id. Nah, yang paling penting, user juga bisa langsung memasukkan foto-foto seru saat berwisata, sekaligus dengan caption fotonya. Mulai dari kategori, taggar, dan foto, ketiga hal ini juga dapat Anda gunakan saat menulis artikel. Di sini Anda juga dapat menyimpan video di menu video draft, maupun video pending, serta video yang diterbitkan menjadikan kenangan terindah bagi Anda dan pembaca, serta mantan! #eh
Kehadiran laman ini membantu user mengunggah video wisata
Nah, tentu travelblog.id sangat menghargai karya anda baik bagi blogger dan vlogger. Ternyata, travelblog.id memberi reward point bagi tiap tulisan dan video Anda. Artikel atau jurnal perjalanan yang sudah diterbitkan mendapat (+50 poin). Sementara itu artikel video yang sudah diterbitkan akan mendapatkan (+40 poin). Tentu setelah diseleksi terlebih dulu. Bila poin terkumpul banyak, user dapat apa? Tenang, ada sejumlah hadiah menarik menanti user dengan cara menukarkan poin tersebut. Kita tinggal memilih apa yang kita suka, tentu sesuai jumlah poin. Asal rajin-rajinlah menulis travelblog.id.
Tukarkan poin dari tiap postinganmu di sini ya
Anda masih bingung caranya? Tenang, laman Tata Cara Penulisan adalah 'surga' bagi user hehehe. Penjelasan yang terstruktur dan mudah dipahami, membuat user untuk segera menerbitkan tulisan, foto, hingga video. Bila pun user masih bingung, tenang. User tinggal menghubungi pihak travelblog.id di laman Hubungi Kami. Apalagi media sosial baik instagram @travelblogid, facebook @travelblogid, twitternya @travelblogind, dan Youtube TravelBlog Indonesia siap merespon pertanyaan Anda.

Lantas, bagaimana pula fitur yang tersedia pada laman Travelblog.id itu sendiri? Yuk mari simak penjelasan saya berikut ini.

Slide yang muncul pada saat membuka laman webnya, ditambah animasi membuat saya tertarik untuk kenal lebih jauh web kekinian ini. Pada menu laman, kita menjumpai kolom jalan-jalan, kuliner, tips & info, serta seni budaya. Tiap menu itu, saat Anda mengarahkan kursor ke arahnya, langsung ditampilkan sejumlah artikel yang telah diterbitkan. Hanya tinggal mengklik, kita diarahkan ke tulisan yang kita inginkan. Berbeda dengan beberapa website wisata yang masih menampilkan submenu-nya saja. 
Tampilan kece dan kekinian website travelblog.id
Nah, yang membedakan lagi website Travelblog.id dengan website wisata kebayakan, adala bagian menu infographic. Saya selaku desainer grafis, sangat tertarik sekaligus memudahkan siapa saja yang membutukan info singkat tentang paket wisata. Belum lagi, infografis Travelblog.id dibikin kece, pilihan konten, dan font cocok dengan dunia wisata. Apalagi infografis ini salah satunya menampilkan info kalender libur nasional. Inilah yang paling dicari biasanya oleh traveller yang profesinya sebagai pegawai pemerintah  maupun swasta.

Tampilan berikutnya adalah postingan terbaru tulisan berada langsung di bawah slide. Ini memudahkan kita menemukan tulisan terbaru, sekaligus update info. Di sini, ditampilkan empat buah tulisan yang berjejer. Berikutnya, barulah tiap tulisan dipilah berdasarkan jenis kategorinya. Misalnya, jalan-jalan yang merangkum tulisan traveler berkaitan dengan lokasi wisata kekinian maupun yang sudah familiar. Belum lagi, jika kita mengklik tulisan kategor kuliner, sebaiknya siapkan tisu di samping untuk mengelap air liur. Sebab, ada banyak kuliner lezat menggoda mata dan lidahmu. Lalu, bagian tips & info juga mencuri perhatian. Sebagai traveller, sebelum memutuskan untuk berwisata, tak salahnya mencari informasi wisaa terlebih dulu. Lantas, salah satunya adalah tips & info travelblog.id menjadi pilihan cocok.

Tak berhenti pada bagian jalan-jalan, kuliner, tips & info. Travelblog.id sangat menjunjung seni dan budaya. Inilah bentuk nyata dari travelblog.id mempromosikan wisata dalam  negeri agar tetap dilirik wisatawan asing maupun dalam negeri. Tertarik mengetahui seni & budaya apa saja yang dijabarkan Travelblog.id? Klik saja seni & budaya.

Rasanya, tak cukup bila saya tak sebutkan apa saja kelebihan website Travelblog.id ini. Inilah kelebihan menurut versi saya.

1. TravelBlog.id adalah sarana blog travel dan wisata yang menyediakan tempat bagi para traveller dan wisatawan untuk saling berbagi jurnal dan pengalaman secara online dan gratis.
2. Menampung setiap tulisan baik jalan-jalan, kuliner, seni & budaya, serta tips & info wisata.
3. Siapa saja dapat memposting tulisannya dengan mendaftar sebagai user.
4. Diberikan poin dari tiap tulisan. Nantinya bisa ditukar dengan hadiah yang diinginkan.
5. Mudah untuk dibaca dan dipahami siapa saja. 
6. Website yang go internasional, hadir dalam versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
7. Keseluruhan tampilan tata letak website, rapi. Inilah bentuk keseriusan tim dalam mengelola website.

Kurang lengkap nampaknya, bila saya tak menjabarkan manfaat Travelblog.id. Jangan beranjak dari kursi Anda dulu. Simak ulasan dari saya.

1. Website wisata yang membantu pemerintah mempromosikan gratis wisata Indonesia sekaligus menggenjot kunjungan wisawatawan.
2. Mendukung literasi wisata ditandai dengan adanya bonus bagi penulis.
3. Mudah diakses baik via PC maupun smartphone.
4. Terbuka kesempatan bagi masyarakat berbagi info wisata
5. Wadah kenalan sesama traveller, blogger, vlogger, dengan pembaca.


Tulisan ini diikutsertakan dalam #TRAVELBLOGIDREVIEW

Jumat, 15 Februari 2019

Rumah Kaca Menghalau Cuaca

Jumat, Februari 15, 2019

“Ikon Fakultas Pertanian itu rumah kaca. Di sini kita hasilkan model tanaman yang terkontrol untuk kemudian diterapkan di lapangan.”

Penjelasan itu disampaikan Kepala Laboratorium Fakultas Pertanian Unsyiah, Ir. Cut Nur Ichsan, M.P., saat ditemui Warta Unsyiah di ruang kerjanya. Selama ini, rumah kaca dimanfaatkan untuk melihat tingkat ketahanan tanaman saat fase kekeringan. Jika tanpa rumah kaca, maka penelitian tanaman dapat terganggu, terlebih lagi di musim hujan.

Saat ini, Fakultas Pertanian memiliki dua rumah kaca yang berbeda fungsi. Rumah Kaca I yang diresmikan Rektor Unsyiah pada tahun 2015 lalu, berfungsi untuk menguji tanaman. Semua tanaman yang diuji diformulasikan di dalam rumah kaca, terutama untuk melihat asupan air tanamannya. Sedangkan Rumah Kaca II yang diresmikan tahun 2017, dimanfaatkan untuk mencegah efek global warming.

Cut Nur Ichsan mengatakan rumah kaca digunakan untuk mengatur suhu, sehingga memudahkan kegiatan penelitian. Saat ini, pengguna rumah kaca terbilang tinggi. Bukan hanya digunakan peneliti Fakultas Pertanian, tetapi juga dipakai oleh mahasiswa antar fakultas, lintas universitas, bahkan pemerintah daerah.

“Kita sangat terbuka bagi siapa pun, sebab universitas harus berkontribusi bagi masyarakat luas,” ujarnya.


Secara struktur bangunan, rumah kaca memiliki ketinggian 4,5 meter. Ketinggian ini dimaksudkan untuk menampung banyak udara. Semakin tinggi ruangan, udara semakin banyak dan suhu semakin baik. Tidak hanya ketinggian bangunan yang menjadi fokus utama, fungsi jaring di bagian atas rumah kaca juga berguna untuk mengatur suhu dan menghambat hama burung yang dapat merusak tanaman. Rumah kaca juga dilengkapi dengan kolam air untuk menyiram tanaman. Hal ini untuk memudahkan para peneliti saat bekerja.

“Kita juga tempatkan kipas angin agar sirkulasi udara di dalam dan di luar sama.”

Banyak jenis tanaman yang diteliti di rumah kaca. Bukan hanya tanaman pokok saja, tetapi juga tanaman lainnya. Seperti pohon tin yang ditanam beberapa bulan lalu. Pohon ini digunakan para mahasiswa untuk meneliti kultur jaringan. Selain itu, juga ada penelitian bidang mikoriza untuk membantu kelembapan tanah. Jika penelitian ini berhasil di rumah kaca, nantinya dapat diterapkan di kebun.

“Prinsip rumah kaca ini untuk mengontrol keadaan lingkungan. Supaya sesuai dengan treatment kita, misalnya kekeringan, temperatur, kelembapan, hingga radiasi matahari.”

Cut Nur Ichsan menambahkan, rumah kaca menghasilkan formulasi bagi pratikum di lapangan. Contohnya pembibitan sigupai−padi lokal Aceh−yang diteliti untuk memperpendek masa panen. Selain itu juga ada super green rice varietas Unsyiah yang menggunakan sedikit pupuk buatan. Direncanakan hak paten padi ini akan didaftarkan.

Ada juga pengembangan super fruit sebagai sumber anti oksidan untuk membantu masyarakat mendapatkan bibit tanaman yang dapat dikembangkan di pekarangan rumah. Tanaman ini dapat menangkal radikal bebas yang berasal dari lingkungan sekitar, seperti penggunaan gadget, laptop, hingga polusi udara. Hadirnya super fruit ini diharapkan membentuk pola hidup yang lebih baik, sehingga dapat menyehatkan tubuh dan lingkungan.


Selama ini, pratikum yang dilakukan di laboratorium rumah kaca maupun di kebun percobaan mencakup 30 mata kuliah dari berbagai prodi di Fakultas Pertanian. Setiap tahunnya, tercatat 100 mahasiswa melakukan penelitian baik dari Fakultas Pertanian maupun fakultas lainnya. Sementara untuk penelitian dosen, tercatat 20 penelitian setiap tahunnya. Rumah kaca juga melayani visitasi akreditasi untuk semua program studi di Fakultas Pertanian Unsyiah, baik jenjang sarjana, magister, maupun doktor.

Saat disinggung harapannya kepada mahasiswa dan sarjana Fakultas Pertanian, Cut Nur Ichsan berharap mereka tidak malu menjadi petani berbasis ilmu pengetahuan. Kemampuan yang mereka dapatkan selama di bangku perkuliahan, dapat digunakan untuk berinovasi menghasilkan produk baru pertanian.

“Mereka harus dapat menformulasikan ilmunya agar menjadi nilai tambah bagi dirinya dan petani,” harapnya. ()

Rabu, 09 Januari 2019

Wajah Baru Pantai Pasir Putih Aceh Besar

Rabu, Januari 09, 2019

Beruntung sekali Aceh sudah damai dari konflik sejak tahun 2005 lalu. Masyarakat Aceh dan luar Aceh semakin mudah menjelajahi keindahan alam Aceh. Tentu, imbas damai ini tidak hanya untuk masyarakat di Aceh. Kini, traveler luar dan dalam negeri seolah 'menyerbu' Aceh dalam tiap kunjungannya. Saat pertama mendarat di Aceh, biasanya mereka akan lebih dulu mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh. Wisata religi memang memiliki pemikat utama bagi turis muslim dna bahkan non muslim. 

Aceh memiliki garis pantai yang panjang dan eksotik. Siapapun yang melintasi garis pantai utara hingga barat selatan akan memuji keindahannya. Salah satunya adalah garis pantai di Aceh Besar memiliki keunikan sendiri. Sebut saja tempat wisata laut dan pantai Pasir Putih Lhok Mee.

Berawal dari sebuah postingan teman, saya dan istri sepakat menikmati liburan awal tahun. Dalam perjalanan kami menikmati alam, serta melewati perkampungan nelayan. Jarak satu jam dari Kota Banda Aceh rasanya tak menjadikan lelah selama perjalanan. Saya pertama menginjakkan kaki ke pantai ini, saat silaturahim mahasiswa kampus. Lalu berlanjut, saat bersama teman organisasi kepenulisan.

Sesampai di sana, ternyata benar. Pantai Pasir Putih yang bersebelahan langsung dengan lokasi wisata Bukit Lamreeh itu, sudah berbeda penampilannya. Beberapa tahun sebelumnya, saya belum mendapati tempat santai nan teduh seperti saat ini. Pondok-pondok yang disediakan menambah pantai ini nan eksotis. 

Di pondok ini, kita bisa memakai gratis. Bagi yang ingin memesan makanan dan minuman akan lebih baik. Sekaligus membantu perekonomian warga setempat. Kalau melihat perubahan tempat lesehannya, seolah kita liburan luar negeri. Tapi, ternyata di Aceh. Yeay... makin cinta sama Indonesia. (*sambil kibar bendera merah putih)

Tak jauh dari pondok ini, kami dimanjakan oleh jembatan berbentuk 'love' menghampiri kami. Kayu yang kuat menampung sebanyak 25 orang itu, dibuat menyatu dengan alam pantai. Seperti kita tahu, ciri khas utama Pantai Pasir Putih di sini adalah ditumbuhinya pepohonan di pinggiran pantai. Serasa mustahil rasanya. 


Bersama kekasih, saya melewati jembatan cinta ini sambil merayakan cinta. Kekuatan cinta ini makin tumbuh wkwkwkw 😜

Ternyata, semua perubahan ini adalah bikinan kece Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) melalui Pesona Indonesia yang memang sedang giat-giatnya menggalakkan #pesonaindonesia dan #wonderfullindonesia agar tidak hanya dilirik oleh turis lokal. Namun, juga dilirik oleh turis mancanegara. 


Nah, buat teman-teman, ayo pastikan liburan pada lokasi yang tepat. Pastikan dengan wajah ceria dan suasana hati yang happy agar beban hidup terasa ringan. Ajak orang terkasih agar merayakan kebahagian bersama. []

Catatan:
Tulisan ini adalah kepanjangan dari caption setelah memenangkan Lomba Bercerita Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tanggal 9 Januari 2019.

Kata Saya

"Jabatan hanya persoalan struktural. Persahabatan selamanya."