Selasa, 15 Juli 2014

Mengintip Gadis Yang Sedang ‘Mandi’


Apa yang terlintas jika kita soalkan anak gadis kita periode akhir ini? Saat ini atau kepada periode mendatang? Adakah itu kemudian kita coba bayang-bayang saat kita sedang hendak tidur malama atau barangkali ada terlintas sejenak saat kita sedang makan siang bersama kekasih selingkuhan kita. Sejak dekade pasca Tsunami program hidup berpasangan bareng-bareng tak lagi jadi penghalang saat mereka-mereka sudah menginjak masa pubertas, yang didahului oleh fase oral. Ya, tentu masa mereka telah berbangku kuliahan hal mendapatkan kekasih hatinya yang sudah ditambat habis-habisan dengan berbagai guyonan juga rayuan sangatlah cocok dan sesuai berduan di tempat ramai. Tak habis pikir memang belum lagi dorongan dan sokongan dana dari orang tua dikampung dihabiskan percuma untuk bersenang-senang sesaat. Jadi dalam memahami urusan hati itu cukuplah dengan makan bersama, ya semacam ayam penyet, KaePCi, bakso goreng, sejalan lagi dengan berfoto selfie ria seria riaynya. Aduhai kupikir mereka telah sah. Jika semangkuk bakso itu artinya mendapatkan tambatan hati, mikir!

Sore itu saya lihat anak gadis terburu-buru membeli peralatan kampusnya di sebuah toko fotokopi. Dia menggunakan kacamata, dalam tasnya sudah seabrek barang-barang perlengakapan kampus. Belum lagi bahan-bahan fotokopi dalam tasnya membludak keluar. Ketika saya sapa lalu bertanya padanya untuk apa barang-barang itu semua, dia hanya memandang sinis kearah saya lalu pergi bersama angin lalu. Ya, kemudian dia terjatuh bersama buku-bukunya lantaran terpleset licinnya lantai. Saya, tidak menghampirinya lagi, saya pergi begitu saja. Dia terduduk denga setumpuk buku-buku ditubuhnya.

Setelah makan siang saya kembali ke kampus, disana telah ramai dan riuh oleh beberapa merayakan keyudisiumannya. Gadis-gadis memakai sanggul jilbab yang besar-besar, mirip memang seperti apa yang dibicarakan oleh teman saya, mirip cerek ya. Dengan balutan kain penuh warna-warni dari segala sisi. Kenapa tidak dililit juga ya sekaligus lehernya. Kan sebentar lagi ujung-ujungnya pengangguran juga. Mereka telah nampak menenteng tas-tas yang gede, mirip-miriplah dengan nyonya-nyonya diibukota sana. Belum lagi dengan tertawa cecikikan khas mereka, nampaklah beberapa yang memakai kawat gigi. Belum lagi cara khasnya memencet tombol-tombol digital di tablet, dengan sedikit telunjuknya dilentikkan, wah sangat tidak estetik dan etik.

Kemudian, setelah berbuka puasa di simpang lima. Saya berjalan pelan menuju mushalla BULOG untuk melakukan magrib berjamaah. Belumlah saya sampai kesana, sesosok itu muncul di depan gedung DPRA. Tangan kirinya diikat kain warna merah, dia memakai jas almamter krem putih. Wajahnya tampak kumal, bersama lima temannya yang lain, mereka sedang beritual buka puasa bersama anak-anak yatim piatu konflik dulu. Bersama rekannya, seminggu yang lalu mereka turun ke gampong-gampong meminta restu dari orang tua anak tadi untuk di bawa ke Kota Ratu guna menyantap buka puas bersama lima gadis tadi. Ohya ada juga anak-anak dari korban tsunami, mereka semua menyatu dalam satu tempat di gedung DPRA. Mereka berlima tampak senang bersama anak-anak tadi, menyantap makanan pembatal puasa dan itu di depan gedung penguasa yang bolehlah saya kata Tiran dalam balutan Demokrasi.


Saya tidak jadi salat di BULOG saya pergi salat di tempat lain. Begitu kagetnya saya, ternyata yang jadi imam salat magrib adalah wanita yang dibelakangnya semuanya para laki-laki. Setelah dia salat saya hampiri, kamu sudah menikah?

6 komentar:

rahmat aulia mengatakan...

Perntyaan trkhir hana mangatt sagai bang....haha

Anonim mengatakan...

hahaha, memang kalo sesama jomblo paling sensi soal nyan

ahmadelfahmi mengatakan...

nyan ka mantap tulisan

nyan hana bantah lee

humas abeh...

hahaha

Anonim mengatakan...

hahaha, dron tuleih sit bang. lagee awailom laju

Darman Reubee mengatakan...

Nyoe lagak dan lawak. hahaha
bereh. lanjutkan.

Anonim mengatakan...

Haha, jak jingeuk aneuk dara manoe :)

Kata Saya

"Jabatan hanya persoalan struktural. Persahabatan selamanya."