Sabtu, 19 Agustus 2017

Bahagia Jadi Blogger, Meskipun Blog ‘Meujeulabah’




Betapa bahagianya saat ngeblog.  Bisa menularkan semua hal yang sifatnya informatif. Semasa masih mempunyai alamat blogspot, berupaya rutin menulis. Mulai ngeblog sejak 2010, mencoba menulis semenarik mungkin. Meskipun hal tersebut sungguh alay dan kekanakan jika dibaca kembali sekarang. Mulai suka ngeblog jika disukai pembaca. Semacam bangga, bahwa saya mampu menularkan hal positif di tiap tulisan.

Duit yang keluar untuk membeli domain, hosting, dan biaya desain web, bagi saya adalah hal lumrah. Jika ingin mengubah sesuatu, maka blog juga harus dibikin menarik dan asik untuk dilihat, apalagi dibaca. Semangat saya bertambah setelah jadi dotcom itu. Berkat pancingan dari kawan-kawan, arifsalda.com melalangbuana sejak setahun silam. Sebelum menjadi dotcom, saya bahagia saat mengetahui bahwa blog saya dikunjungi oleh orang dalam hingga luar negeri. Walau pun mereka bisa saja salah pencet.

Hal menggemberikan lainnya adalah teman dekat saya mulai rutin ngeblog. Tiap hari semasa kuliah, saya rutin jadi agen kompor gas. Tugasnya, saya komporin dia untuk mulai ngeblog  dan lupakan mantan!

Kawan saya tersebut, rutin menulis review buku hingga film fantasi. Berhubung, antara saya dengan dia memiliki kiblat bacaan yang berbeda. Saya menyukai novel roman, sementara dia novel fantasi. Meskipun perbedaan mazhab bacaan yang signifikan itu, usaha saling menyemangati tak hentinya. Kamisaling bertukar pikiran. Malah ketika dia lebih produktif ngeblog, saya sebaliknya. Kawan saya ini sudah pernah jadi Juara III Nasional dan mendapatkan bonus 4 jutaan.

“Rif, uang ini bisa aku pake buat bayar utang hahaha,” katanya.

Rupanya, blog saya makin meujeulabah (Bersarang laba-laba). Kawan saya selalu memotivasi untuk ikut lomba blog. Wajar, karena dia pun sadar sebab blog saya meujeulabah-nya luar biasa. Setelah memenangkan lomba blog, dia rajin ngeblog meskipun tak juara. Selain untuk ikut lomba blog, teman saya itu juga menulis tentang isu-isu kekinian. Yang paling saya suka, dia mampu membuat poin-poin tertentu dari ide yang ditulisnya.

Kebahagian lainnya, saat mengompori abang kandung saya buat ngeblog. Sebab, sebelum jadi blogger, abang saya sudah melalang buana menjadi penulis koran. Tulisannya beragam, cerpen, puisi, esai, dan opini. Blog-nya pun telah menjadi pembaca tetap. Sebab abang saya rajin promosi – agak narsis juga sebenarnya – di media sosial. Nampaknya, dia sangat sadar kalau blogger itu dunianya artis. Ya bukan harus main film juga, semisal terkenal di warung-warung kopi sekitaran Banda Aceh saja sudah kebahagian yang tak terkira.
Blog saya memang meujeulabah

Kata ini saya populerkan saat memperingati hari blogger tahun silam. Banyak respon karena kata tersebut. Semisal “Rif, abang mau rajin ngeblog lah. Takut meujeulabah kayak blogmu,” timpalinya sambil ketawa ngakak. Inspiratif kali kan kalau jadi blogger, meskipun blog saya meujeulabah!



4 komentar:

rahmat mengatakan...

Keren kali postingan kamu, aku suka.

NISA ULMUDDRIKA mengatakan...

Tulisannya mengalir bagus bg. Kami lg belajar dari blog yg beruntung td.semoga ketularan bgus.

rahmat aulia mengatakan...

Semoga kedepan blog nya nggk meujeulabah lg ya Om.

Muarrief Rahmat mengatakan...

Wah, udah ramee rupanya ya
Makasih Nisa dan Dekmat :D

Kata Saya

"Jabatan hanya persoalan struktural. Persahabatan selamanya."